P.S.Pudyastuti's Lovely Rooms…

Learning is a long-life process, so it's never late to learn…

Islam dan Pengelolaan Sumberdaya Air (I)

Leave a comment

Air adalah sumber kehidupan. Tanpa adanya air, tidak ada satu makhluk hidup pun yang bisa bertahan hidup di bumi ini. Ada beberapa sumber air di bumi yang berupa sumber air permukaan, sumber air bawah permukaan, dan sumber air atmosfer. Jika dirinci lagi, sumber air tersebut bisa berupa sungai, danau, mata air, aquifer, air hujan dan salju. Manusia, tanaman, dan binatang sangat membutuhkan sumber-sumber air tersebut. Begitu berharganya sumber air membuat Bhoutros Bhoutros Ghali (mantan SekJen PBB) sekitar 25 tahun yang lalu mengeluarkan pernyataan “Perang di masa depan yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika adalah perang untuk memperebutkan sumber air.” Perang / konflik memperebutkan sumber air saat ini bahkan sudah terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi yang pesat, permasalahan terkait sumberdaya air dari masa ke masa semakin kompleks, mulai dari banjir, kekeringan, polluted water source, sampai konflik antar pengguna air. Di beberapa negara berkembang, pengelolaan sumberdaya air masih dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang hanya fokus pada aspek tertentu, biasanya aspek teknik, dan mengabaikan aspek yang lain. Ada beberapa studi dan penelitian yang dilakukan di beberapa negara Timur Tengah dan Afrika Utara yang menghasilkan kesimpulan bahwa nilai-nilai kultural, termasuk agama, ternyata mempengaruhi manusia di negara-negara tersebut dalam memperlakukan dan mengelola sumberdaya yang dimilikinya termasuk sumberdaya air. Nilai kultural inilah, khususnya Islam, yang akan saya tulis di catatan ringkas ini (bukan aspek teknik, karena itu sudah biasa buat saya dan teman-teman yang mempunyai latar belakang ilmu teknik… ).

Di dalam kitab suci umat Islam, Al-Qur’an, terdapat puluhan ayat yang menyinggung tentang air dan sumber air. Di antara ayat tersebut adalah QS. An-Nahl : 65 “And Allah sends down rain from the skies, and gives therewith life to the earth after its death: verily in this is a Sign for those who listen.” Kemudian dalam QS. Al-Anbiyaa : 30 disebutkan “Do not the Unbelievers see that the heavens and the earth were joined together (as one unit of creation), before we clove them asunder? We made from water every living thing. Will they not then believe?”. Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa air adalah social good menurut Islam karena merupakan anugerah dari Allah dan sangat penting untuk keberlanjutan kehidupan makluk hidup.

Menurut ilmu hidrologi modern, siklus air adalah siklus tertutup, sehingga jumlah air di bumi ini sebenarnya adalah tetap dengan distribusi menurut waktu dan ruang yang berbeda. Hal ini telah dijelaskan dalam Al-Quran sejak berabad-abad yang lalu seperti disebutkan dalam QS. Al-Mu’minuun : 18 sebagai berikut “And We send down water from the sky according to (due) measure, and We cause it to soak in the soil; and We certainly are able to drain it off (with ease).” Dalam QS. Az-Zukhruf : 11 juga disebutkan “That sends down (from time to time) rain from the sky in due measure;- and We raise to life therewith a land that is dead; even so will ye be raised (from the dead).” Ayat lain dari Al-Qur’an menyebutkan “See ye?- If your stream be some morning lost (in the underground earth), who then can supply you with clear-flowing water?” (QS. Al-Mulk : 30). Makna dari ayat-ayat tersebut telah diadopsi dalam Dublin Statement (Principle 1) yang menyebutkan bahwa “Fresh water is a finite and vulnerable resource, essential to sustain life, development and the environment.” (Smout dkk, 2004). Jadi sangat jelas bahwa sumber air adalah terbatas, sehingga umat manusia sebagai khalifah di bumi ini harus mengelolanya sebaik mungkin.

Lalu bagaimana pengelolaan sumberdaya air menurut pandangan Islam? Insyaallah akan saya lanjutkan pada note berikutnya…

Purwanti Sri Pudyastuti
“Ilmu Allah sangat luas, dan mungkin hanya sebiji atom yang bisa aku pahami, itu pun aku terima melalui banyak orang mulai dari orang tuaku, guru2ku TK, SD, SMP, SMA, dan dosen2ku, serta buku-buku dan internet-based references. Maka tak pantas untukku untuk sombong di muka bumi.”

Sumber :
1. Al-Quran terjemahan Yusuf Ali.
2. Ian Smout et.al, 2004, Integrated Water Resources Management, WEDC lecture note, Loughborough University.

Author: P.S.Pudyastuti

I am an academic staff at Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta - Indonesia. I got my Bachelor Degree (ST) from Gadjah Mada University, Indonesia, and Master Degree (M.Sc) from Loughborough University, England. I am married and have got 3 children.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s