P.S.Pudyastuti's Lovely Rooms…

Learning is a long-life process, so it's never late to learn…

Islam dan Pengelolaan Sumberdaya Air (IV)

Leave a comment

Menurut Global Water Partnership (GWP, 2004), komposisi air di bumi ini terdiri dari 97% air asin dan hanya 3% air segar. Dari 3% air segar yang ada di bumi, 87% tidak dapat diakses secara langsung, dan hanya 13% yang dapat diakses dengan mudah. Saat ini penduduk yang mengalami kesulitan akses terhadap sumber air bersih berjumlah sekitar 2 milyar yang tersebar di 40 negara yang ada di dunia. Selain itu, hampir setengah dari populasi penduduk di negara berkembang terancam oleh polusi air. GWP juga melaporkan bahwa setiap hari terdapat sekitar 2 juta ton limbah yang dibuang ke sumber air di seluruh dunia.

Sumber air tidak hanya dibutuhkan oleh manusia, tetapi juga oleh hewan dan tanaman. Secara lebih detail, manusia membutuhkan air antara lain untuk kebutuhan domestik, irigasi, peternakan, industri, pertambangan, perikanan, energi, transportasi, dan pariwisata. Lingkungan dan ekosistem dalam suatu daerah aliran sungai juga membutuhkan air untuk memelihara keseimbangannya. Ketika lingkungan dan ekosistem terjaga keseimbangannya, maka manusia juga yang akan mendapat keuntungan. Selain itu, manusia juga harus mempertimbangkan bahwa aktivitas di hulu daerah aliran sungai akan mempengaruhi kondisi di hilir, dan pengelolaan lahan / tanah akan memberikan pengaruh terhadap sumberdaya air. Adanya saling keterkaitan antara pengguna sumberdaya air, makin meningkatnya jumlah penduduk, keterbatasan sumber air, keterkaitan antara pengelolaan lahan dan air, serta makin meningkatnya kompetisi penggunaan air inilah yang mendasari konsep pengelolaan sumberdaya air terpadu.

C. Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu

Pengelolaan sumberdaya air terpadu pada dunia modern diterapkan berdasarkan prinsip-prinsip yang tertuang pada Dublin Principle yang dicetuskan pada saat dilaksanakannya International Conference on Water and the Environment di Dublin pada tahun 1992. Dublin Principle secara garis besar menyatakan bahwa :
1. Sumber air segar adalah sumber terbatas yang sangat penting untuk keberlanjutan kehidupan, pembangunan dan lingkungan.
2. Pengelolaan dan pengembangan sumberdaya air harus didasarkan pada pendekatan partisipatif yang melibatkan pengguna, perencana dan penentu kebijakan pada semua level.
3. Perempuan mempunyai peran penting dalam menyediakan dan mengelola air serta melindungi sumber air.
4. Air mempunyai nilai ekonomis untuk semua pengguna air sehingga harus dipertimbangkan sebagai benda ekonomi.

Al Qur’an telah mengajarkan kepada umat Islam tentang keberadaan air dan fungsinya sejak berabad-abad silam sebelum Dublin Principle dicetuskan. Dalam note sebelumnya telah kita bahas, Islam mengajarkan bahwa sumber air adalah terbatas, karena Allah menganugerahkan air dalam ukuran tertentu seperti difirmankan dalam QS. Al Mu’minuun : 18 dan QS. Az-Zukhruf : 11. Allah juga berfirman bahwa air adalah sumber kehidupan (QS. Al Anbiyaa : 30). Hikmah yang dapat diperoleh adalah bahwa pengelolaan sumberdaya air seharusnya dilakukan dengan menggunakan pendekatan holistik yang melibatkan banyak sektor, karena air sebagai sumber kehidupan mencakup aspek yang sangat luas.

Prinsip ke 2 dalam Dublin Principle menekankan pentingnya partisipasi masyarakat (stakeholders) dalam pengelolaan dan pengembangan sumberdaya air. Islam juga mengajarkan bahwa pengambilan keputusan harus didasarkan pada konsultasi dan konsensus (shura), seperti difirmankan dalam QS. Ash-Shura : 38 “Those who hearken to their Lord, and establish regular Prayer; who (conduct) their affairs by mutual Consultation; who spend out of what We bestow on them for Sustenance”. Sehingga pengelolaan dan pengembangan sumberdaya air pun memerlukan shura (konsultasi) antar pemangku kepentingan (stakeholders). Seperti yang dikisahkan oleh Martin Ling dalam biografi nabi Muhammad SAW, Rasulullah memberi contoh antara lain pada saat menjelang perang Badr, ketika akan menetapkan letak perkemahan yang akan dibuat dekat dengan sumber air, beliau mendiskusikannya dulu dengan para sahabat.

Para alim ulama atau tokoh agama juga dibutuhkan partisipasinya dalam mengajarkan kepada umat bagaimana memperlakukan sumberdaya alam termasuk sumber air secara arif dan bijak. Dalam suatu studi yang dilakukan di sebuah negara di Timur Tengah dilaporkan bahwa lebih dari 60% responden menginginkan peran ulama dalam mendidik masyarakat untuk mengelola sumberdaya alam termasuk sumber air secara arif dan bijak. Bagaimana dengan peran para alim ulama dan tokoh agama di Indonesia?

Semua anggota masyarakat sebagai pemangku kepentingan, baik perempuan maupun laki-laki, mempunyai peran penting dalam pengelolaan sumberdaya air, sehingga peran aktif mereka sangat dibutuhkan. Dalam sejarah perkembangan Islam, perempuan mempunyai peran penting dalam menyediakan air dan melindungi sumber air dan lingkungan. Kisah Hajar istri nabi Ibrahim a.s yang mencari air antara Safa dan Marwa adalah salah satu contoh. Kemudian kisah Zubaidah istri Al-Rashid yang mempunyai peran penting dalam pembangunan kanal di Mecca pada masa Abbasid. Ketika Zubaidah melaksanakan ibadah haji, pada saat itu beliau menyaksikan para jamaah haji yang menderita karena mengalami kesulitan air, lalu Zubaidah mengusahakan membangun kanal untuk mengalirkan air dari mata air Ein Hanin ke Mecca (Hasan, 1964, dalam Faruqui dkk, 2001). Kanal tersebut kemudian diberi nama Ein Zubaidah.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, seorang ibu mempunyai kewajiban mendidik anak-anaknya di rumah, termasuk mendidik dan memberi contoh bagaimana menghindari mencemari sumber air dan menghemat penggunaan air. Bisa dibayangkan hasilnya jika setiap ibu di setiap keluarga mendidik anak-anaknya sejak kecil untuk berlaku bijaksana terhadap sumber air.

Air adalah sumber yang terbatas, dan pada saat yang sama kebutuhan air semakin meningkat sedangkan sumber air banyak yang telah tercemar. Dalam Islam, akses terhadap sumber air adalah hak setiap umat. Meskipun demikian, sumber air tetap dibedakan antara sumber air milik pribadi dan milik umum. Sumber air milik pribadi dapat berupa sumur pribadi atau penampung air yang terletak di dalam lahan milik pribadi. Sedangkan sumber air milik umum misalnya adalah sungai, danau, mata air, dll. Dalam dunia modern ini, baik sumber air milik pribadi maupun milik umum membutuhkan biaya operasional dan pemeliharaan, antara lain untuk biaya energi (misalnya jika menggunakan pompa listrik), biaya distribusi, biaya pemeliharaan sumber air dan penampung air, biaya pengolahan air, dll. Oleh karena itu wajar jika air dipertimbangkan sebagai benda ekonomi dan bisa dipahami jika dikenakan tarif yang masuk akal dan adil terhadap penggunaan air, namun pertimbangan khusus perlu diberikan kepada kaum miskin yang tidak mampu membayar atau membutuhkan subsidi.

Alhamdulillah selesai sudah janji saya menulis note ringkas ini. Mudah-mudahan bermanfaat, jika ada kesalahan mohon dikoreksi, jika ada tambahan informasi silakan….

Purwanti Sri Pudyastuti
“Ilmu Allah sangat luas, dan mungkin hanya sebiji atom yang bisa aku pahami, itu pun aku terima melalui banyak orang mulai dari orang tuaku, guru2ku TK, SD, SMP, SMA, dan dosen2ku, serta buku-buku dan internet-based references. Maka tak pantas untukku untuk sombong di muka bumi.”

Sumber :
Al Qur’an [Online]. Available at: http://www.al-islam.org/quran .
Faruqui, N. I., dkk, 2001, Water Management in Islam.
GWP, 2004, Integrated Water Resources Management
Hadith [online]. Available at : http://www.usc.edu/schools/college/crcc/engagement/resources/texts/muslim/hadith/
Martin Ling, Biografi Muhammad SAW Berdasarkan Sumber-sumber Klasik

Author: P.S.Pudyastuti

I am an academic staff at Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta - Indonesia. I got my Bachelor Degree (ST) from Gadjah Mada University, Indonesia, and Master Degree (M.Sc) from Loughborough University, England. I am married and have got 3 children.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s