P.S.Pudyastuti's Lovely Rooms…

Learning is a long-life process, so it's never late to learn…

SUSTAINABLE CITIES

Leave a comment

Newcastle tahun lalu (2009) mendapat penghargaan sebagai the Most Sustainable City in the UK, mengalahkan kota-kota lain di UK. Keingintahuan dan rasa penasaran saya segera mencuat, karena secara sepintas Leicester (peringkat 4, kalau tidak salah) menurut saya jauh lebih bersih dibandingkan Newcastle. Dan pikiran saya masih teringat dengan penghargaan Adipura di Indonesia yang diberikan kepada kota-kota yang dinilai bersih. Ternyata, berdasarkan FTF / Forum for The Future (bisa dilihat di website http://www.forumforthefuture.org.uk), faktor penentunya tidak hanya faktor kebersihan lingkungan. Berdasarkan FTF, ada 3 indikator utama untuk menentukan ranking sustainable cities di UK, yaitu faktor dampak pembangunan kota terhadap lingkungan (khususnya dalam penggunaan sumberdaya dan tingkat polusi yang dihasilkan), kualitas hidup penghuni kota, dan bagaimana kota tersebut mempersiapkan kotanya untuk masa depan yang berkelanjutan.

Jika dirinci lagi, 3 indikator utama tersebut mengandung beberapa parameter, antara lain kualitas udara, kualitas air sungai, ecological footprint (termasuk dampak fasilitas dan pelayanan, perumahan, dan transportasi terhadap lingkungan), limbah yang terkumpul per kapita, usia harapan hidup sehat pada 65 tahun, kepuasan penduduk terhadap ruang terbuka hijau, kepuasan penduduk terhadap pelayanan angkutan publik, tingkat pengangguran pada penduduk usia kerja, pendidikan, komitmen pemerintah lokal pada perubahan iklim, green business per capita, keanekaragaman hayati, dan pendaurulangan. Wow…banyak sekali ternyata parameternya.

Kemudian, di website yang lain (http://www.sustainablecities.org.uk/leadership/) yang dikelola oleh CABE Urban Practitioner (bekerjasama dengan kota Manchester, Newcastle, Bristol, Birmingham, Leeds, Liverpool, Nottingham, dan Sheffield) diuraikan beberapa hal mengenai apa yang harus dilakukan, apa keuntungannya, dan bagaimana mencapainya terkait dengan tujuan mewujudkan kota yang berkelanjutan. Menurut website tersebut, kota harus bisa mengurangi emisi gas rumah kaca, mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim, bisa menjamin bahwa fasilitas dan infrastruktur bisa bertahan dalam iklim yang ekstrem, dan meningkatkan suplai low-carbon energy (berarti harus mengurangi penggunaan fossil fuel dan harus mengembangkan renewable energy).

Dari segi pengelolaan limbah, kota juga harus mempunyai rencana dan strategi pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Limbah di sini tidak hanya limbah rumah tangga, tetapi juga termasuk limbah industri dan limbah konstruksi. Limbah domestik yang dikirim ke landfill juga diusahakan seminimal mungkin, dan diusahakan untuk mengubah limbah menjadi energi.

Dari sudut pandang pengelolaan sumberdaya air, kota harus menerapkan pengelolaan sumberdaya air yang berkelanjutan, dan meminimalkan dampak merugikan terhadap siklus air. Selain itu, pengelolaan sumberdaya air juga harus mempertimbangkan dampak perubahan iklim.

Dari sudut pandang tranportasi, kaitannya dengan upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, ada beberapa langkah yang bisa diupayakan, yaitu mengurangi jumlah bepergian / perjalanan, mengurangi jarak perjalanan, menggunakan alat transportasi yang lebih sustainable, dan meningkatkan efisiensi dan pemakaian kendaraan. Prioritas juga diberikan untuk mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum, berjalan kaki, bersepeda, mengurangi penggunaan mobil dan meningkatkan efisiensi karbon pada kendaraan.Selain itu, perencanaan kota harus terintegrasi dengan perencanaan transportasi yang berkelanjutan.

Kemudian, kota juga diharapkan menerapkan green infrastructure (the network of green and blue elements in and around urban areas) yang bisa membantu kota untuk beradaptasi terhadap dampak ekstrem dari perubahan iklim.

Faktor apalagi yang dibutuhkan untuk mencapai sustainable city? LEADERSHIP. Sengaja saya tulis dengan huruf besar, karena LEADERSHIP di Indonesia saat ini adalah masalah penting yang harus diselesaikan. Tanpa LEADERSHIP yang bagus, mustahil untuk dapat mewujudkan sustainable city.
Benar-benar kerja multidisipliner dan multisektoral yang harus saling terintegrasi untuk mewujudkan sustainable city. Bagaimana dengan kota-kota di Indonesia, adakah pemimpin daerah yang menginginkan kota atau daerahnya menjadi sustainable city yang bisa menjamin keberlanjutan kehidupan anak cucu di masa depan?

Catatan dari pinggir Sungai Tyne, 14 Maret 2010.

Author: P.S.Pudyastuti

I am an academic staff at Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta - Indonesia. I got my Bachelor Degree (ST) from Gadjah Mada University, Indonesia, and Master Degree (M.Sc) from Loughborough University, England. I am married and have got 3 children.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s