P.S.Pudyastuti's Lovely Rooms…

Learning is a long-life process, so it's never late to learn…

Islam dan Perubahan Iklim

Leave a comment

Isu perubahan iklim saat ini merupakan salah satu isu terbesar yang menjadi perhatian hampir seluruh negara di dunia. Bahkan hampir semua pemimpin negara maju menerapkan misi khusus untuk menghadapi perubahan iklim, meskipun ada sebagian orang yang tidak percaya dengan adanya perubahan iklim. Perubahan iklim memang sebenarnya sesuatu hal nyata yang kita hadapi di jaman modern ini. Dampak dari perubahan iklim telah dirasakan, antara lain kenaikan elevasi muka air laut, musim yang tidak teratur dan tidak dapat diprediksi dengan tepat, dan makin banyaknya peristiwa ekstrem seperti banjir bandang dan kekeringan di mana-mana. Penyebab dari perubahan iklim menurut para ahli adalah karena meningkatnya pemanasan global. Oleh karena itu hampir semua negara di dunia berupaya untuk mengurangi pemanasan global. Lalu bagaimana pandangan Islam terhadap perubahan iklim? Catatan ringkas ini akan sedikit mengulas perspektif Islam dalam menyikapi perubahan iklim, berdasarkan beberapa sumber.

Efek Gas Rumah Kaca dan Pemanasan Global

Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya menurut aturan, proporsi, dan ukuran tertentu, seperti difirmankan dalam QS. Al Qamar ayat 49 : “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”, dan QS. Ar – Rahman ayat 5 – 9  sebagai berikut “Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.”

Allah menciptakan bermacam gas rumah kaca yang ada di atmosfer untuk menyelimuti bumi, tentu dengan ukuran dan proporsi tertentu, serta dalam keadaan seimbang. Gas rumah kaca di atmosfer yang antara lain terdiri dari uap air, karbon dioksida, methane, nitrogen oksida, dan ozone berfungsi untuk menyerap dan melepaskan panas. Dengan adanya gas rumah kaca tersebut, maka bumi akan tetap hangat.

Namun kondisi seimbang tersebut tidak lagi bertahan karena makin majunya peradaban dan makin banyaknya usaha yang dilakukan manusia dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan, seperti meningkatnya industrialisasi, meningkatnya kebutuhan transportasi, dan makin berkurangnya luasan hutan. Hampir semua proses industri dan kegiatan transportasi yang sebagian besar menggunakan bahan bakar fossil melepaskan gas rumah kaca seperti karbondioksida, yang menyebabkan volume karbondioksida di atmosfer meningkat. Volume gas rumah kaca di atmosfer pun makin meningkat dengan banyaknya peralatan yang menggunakan CFC (chlorofluorocarbon) seperti kulkas dan pendingin ruangan. Kondisi ini diperparah dengan makin berkurangnya luasan hutan dan rawa-rawa yang sebenarnya bisa berfungsi sebagai penyimpan karbon. Karena volume gas rumah kaca di atmosfer semakin meningkat dan luasan hutan serta rawa makin berkurang, maka panas yang diserap oleh atmosfer dan tertahan di permukaan bumi semakin meningkat, sehingga membuat suhu di bumi makin panas, dan pemanasan global pun tidak bisa dihindari.

Seperti difirmankan dalam QS. Ar Ruum ayat 41 : “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”, maka perubahan iklim yang terjadi saat ini yang merupakan dampak dari pemanasan global sebenarnya adalah hasil dari aktivitas manusia.

Bagaimana Seorang Muslim Menghadapi Perubahan Iklim?

Telah diuraikan di atas bahwa perubahan iklim merupakan dampak dari pemanasan global. Kerusakan yang disebabkan oleh pemanasan global seharusnya membuat manusia untuk kembali ke jalan yang benar, yaitu berperilaku berdasarkan landasan spiritual dan rasional. Dengan mengetahui penyebab pemanasan global, maka dengan landasan spiritual dan rasional seorang Muslim bisa berupaya untuk mengurangi pemanasan global.

Menurut Dr. Muzammal Husain (2007), pada level individu, seorang Muslim yang ihsan, tentu dalam perilaku sehari-hari hendaknya berusaha untuk tidak merusak lingkungan (paling tidak seminimal mungkin) sebagai cerminan dari perilaku spiritualnya karena Allah melarang manusia membuat kerusakan di muka bumi. Seorang Muslim yang ihsan akan hidup dalam harmoni dengan lingkungan, sehingga akan jauh dari gaya hidup konsumerisme yang cenderung merusak lingkungan.

Hendaknya umat Islam belajar kepada Rasulullah Muhammad SAW yang hidup dengan cara sangat sederhana. Hidup sederhana dengan cara mengkonsumsi sesuatu yang diperlukan saja (jadi bukan menuruti keinginan) akan membantu mengurangi emisi karbon. Sebagai contoh, jika satu keluarga hanya membutuhkan satu mobil, maka tidak perlu mempunyai 2 mobil. Contoh lain, jika kita bisa menjangkau suatu tempat dengan berjalan kaki, maka tidak perlu mengendarai sepeda motor atau naik mobil. Kemudian, jika kita bisa mengkonsumsi produk lokal, maka tidak perlu mengkonsumsi produk import yang membutuhkan transportasi dengan emisi karbon yang tinggi. Dengan mengurangi emisi karbon, kita akan memberikan kontribusi untuk mengurangi pemanasan global. Perilaku pada level individu ini tentu saja akan berpengaruh pada level masyarakat. Sekecil apa pun andil kita untuk mengurangi pemanasan global, maka akan memberikan kontribusi yang berarti pada lingkup yang lebih luas.

Author: P.S.Pudyastuti

I am an academic staff at Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta - Indonesia. I got my Bachelor Degree (ST) from Gadjah Mada University, Indonesia, and Master Degree (M.Sc) from Loughborough University, England. I am married and have got 3 children.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s