P.S.Pudyastuti's Lovely Rooms…

Learning is a long-life process, so it's never late to learn…

Tahun-tahun Penting dalam Sejarah Ilmu Atmosfer

Leave a comment

 

Sejarah tentang ilmu untuk memahami karakteristik fisik dan kimia atmosfer telah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu. Tahun-tahun penting dan terobosan yang patut dicatat dalam sejarah ilmu atmosfer ini antara lain adalah :

  1. Tahun 340 B.C. (sebelum Masehi), filsuf Yunani, Aristoteles mengemukakan Meteorologica yang teorinya tidak pernah terbantahkan selama hampir 2000 tahun.
  2. Tahun 1686, Edmond Halley menyatakan bahwa wilayah yang berada pada garis lintang yang lebih rendah akan menerima radiasi matahari lebih banyak daripada wilayah pada garis lintang yang lebih tinggi, dan memperkirakan bahwa gradien panas inilah yang menyebabkan terjadinya sirkulasi utama di atmosfer.
  3. Sekitar tahun 1750-an, Joseph Black mengidentifikasi keberadaan CO2 di udara.
  4. Tahun 1781, Henry Cavendish melakukan pengukuran persentase komposisi Nitrogen dan Oksigen di udara.
  5. Tahun 1859, John Tyndall memperkirakan bahwa uap air, CO2, dan kandungan radiasi aktif yang lain memberikan kontribusi untuk menjaga bumi agar tetap hangat.
  6. Tahun 1896, Svante Arrhenius mengeluarkan publikasi tentang model iklim yang menunjukkan sensitivitas temperatur permukaan terhadap level CO2 atmosfer.
  7. Tahun 1920, Milutin Milankovitch mempublikasikan sebuah teori tentang jaman es berdasarkan variasi orbit bumi.
  8. Tahun 1938, GS Callendar menghitung bahwa berat CO2 di atmosfer selama setengah abad ini bertambah sekitar 150 milyar ton yang menyebabkan temperatur bumi meningkat sebesar 0.005oC setiap tahun selama periode tersebut.
  9. Tahun 1957, Roger Revelled an Hans Suess (oceanographers termasyhur), menyatakan bahwa manusia saat ini sedang melakukan eksperimen geofisik dalam skala besar, yaitu mengubah sifat-sifat kimia atmosfer tanpa mengetahui dampaknya.

10.  Tahun 1959, Explorer Satellites memberikan foto selimut awan, dan Verner Suomi memperkirakan besarnya neraca radiasi panas global.

11.  Tahun 1967, Syukuro Manabe dan Richard Wetherald mengembangkan model radiatif-konvektif atmosfer 1-D dan menunjukkan bahwa bertambahnya volume CO2 atmosfer menjadi dua kali lipat dari semula akan meningkatkan suhu bumi sekitar 3oC.

12.  Tahun 1970 – 1974, banyak peneliti di dunia melakukan penelitian yang memberikan kesimpulan bahwa chlorofluorocarbons (CFCs) buatan manusia telah merusak stratospheric ozone.

13.  Tahun 1985, British Antarctic Survey melaporkan bahwa antara tahun 1956 – 1985 terjadi 40% drop in springtime stratospheric ozone.

14.  Tahun 1986, beberapa negara menandatangani Montreal Protocol on Substances that Deplete the Ozone Layer.

15.  Tahun 1990-an, para peneliti menemukan efek pendinginan dari aerosol atmosfer dan manfaatnya dalam mengimbangi efek rumah kaca.

 Hingga saat ini kecenderungan pemanasan global terus berlangsung, dan ilmu atmosfer semakin berkembang dan menemui semakin banyak tantangan.

Sumber : John T. Hardy, 2003, Climate Change : Causes, Effects, and Solutions, John Wiley and Sons Ltd, England.

Author: P.S.Pudyastuti

I am an academic staff at Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta - Indonesia. I got my Bachelor Degree (ST) from Gadjah Mada University, Indonesia, and Master Degree (M.Sc) from Loughborough University, England. I am married and have got 3 children.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s