P.S.Pudyastuti's Lovely Rooms…

Learning is a long-life process, so it's never late to learn…

Pengalaman Puasa Ramadhan di Musim Panas

Leave a comment

Sejak bulan Desember 2009, kami sekeluarga tinggal di Newcastle, Inggris. Ini adalah kali kedua bagi kami sekeluarga untuk tinggal di negeri asal penyanyi Cat Steven (a.k.a Yusuf Islam). Pada periode Juli 2004 sampai awal November 2005, kami tinggal di Loughborough, sebuah kota kecil nan indah dan damai yang terletak antara Nottingham dan Leicester.

Saat tinggal di Loughborough, kami menjalani puasa Ramadhan dengan durasi yang pendek, hanya sekitar 12 jam-an. Selang waktu antara buka puasa dan makan sahur sangat panjang, karena durasi malamnya panjang. Jadi saat itu ringan sekali menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Nah untuk Ramadhan tahun ini (1413 H / 2010), kami di Inggris menjalani puasa Ramadhan pada musim di saat durasi matahari bersinar lebih panjang, dan durasi malam lebih pendek.

Pada awalnya kami membayangkan alangkah beratnya puasa mulai dari jam 3-an pagi sampai menjelang jam 21-an malam. Hari pertama puasa Ramadhan 2010, waktu Subuh adalah jam 03.18 dan waktu maghrib adalah jam 20.49 GMT (kami menggunakan jadwal dari Islamic Society, Newcastle University). Saya pada malam hari pertama baru tidur sekitar jam 1 pagi, dan pasang alarm untuk bangun jam 2 pagi (jadi hanya tidur sekitar 1 jam pada malam itu). Alhamdulillah saya berhasil bangun jam 2 pagi dan menyiapkan makan sahur untuk kami sekeluarga. Dan alhamdulillah, ternyata kami bisa menjalani puasa hari pertama dengan sukses, tanpa kesulitan. Hari-hari berikutnya, alhamdulillah, puasa kami juga lancar dan sukses, dan belum pernah ketinggalan untuk makan sahur.

Allah memang selalu memberi kemudahan untuk kita beribadah. Cuaca di Newcastle saat bulan Ramadhan ini tidak terlalu panas, malah bisa dikatakan sejuk, sehingga sangat memudahkan kita dalam menjalankan ibadah puasa. Yang membutuhkan adaptasi khusus adalah ibadah malam. Karena selang waktu antara maghrib dan subuh pendek, maka kita harus pandai mengelola waktu untuk menjalankan ibadah malam.

Menjalankan puasa Ramadhan di Newcastle tentu saja suasananya berbeda dengan di Jogja. Di sini tidak ada warga yang saat menjelang sahur keliling kampung berteriak…Sahur…Sahur. Tidak ada juga televisi dengan program khusus untuk Ramadhan. Tidak ada penjual kolak atau menu ta’jil yang lain di pinggir jalan menjelang waktu berbuka. Memang suasana seperti itu kadang membuat rindu akan Jogja. Tetapi ada hikmahnya, di sini kita tak lagi memikirkan untuk mengkonsumsi makanan sebanyak-banyaknya ketika berbuka, karena kita tidak lapar mata tergoda aneka makanan yang dijajakan terbuka di pinggir jalan menjelang buka. Bukankah puasa adalah laku kita untuk berlatih menekan hawa nafsu dan keserakahan?

Pengalaman puasa Ramadhan 2010 ini merupakan awal latihan puasa yang panjang untuk periode beberapa tahun mendatang. Sampai tahun 2015 nanti, puasa di belahan bumi utara akan jatuh pada bulan-bulan di mana durasi siang-nya sangat panjang. Semoga kita masih bisa bertemu dengan Ramadhan pada tahun-tahun yang akan datang.

Selamat berpuasa dan beribadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

Author: P.S.Pudyastuti

I am an academic staff at Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta - Indonesia. I got my Bachelor Degree (ST) from Gadjah Mada University, Indonesia, and Master Degree (M.Sc) from Loughborough University, England. I am married and have got 3 children.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s