P.S.Pudyastuti's Lovely Rooms…

Learning is a long-life process, so it's never late to learn…

Bus EKA

4 Comments

Beberapa saat yang lalu suamiku tercinta kembali ke Newcastle setelah pulang kampung sebentar ke Jogja. Tentu ada oleh-oleh yang dibawanya. Selain oleh-oleh makanan khas Jogja dan dedaunan serta rempah-rempah yang tak bisa kutemukan di Newcastle, suamiku juga membawa oleh-oleh kliping koran lokal yang memuat berita kelulusan cum laude adik sepupuku (alhamdulillah, bertambah satu lagi inspirator untuk anak-anakku), sebongkah batuan beku hasil letusan Merapi (terimakasih adik Ali Awaluddin atas kiriman batuan beku-nya), dan sepenggal cerita dari supir taksi yang mengantar suamiku menuju bandara Adisucipto Jogjakarta. Nah, cerita dari supir taksi itulah yang akan kujadikan sumber tulisan kecil ini.

Saat menumpang taksi dari rumah Eyangnya anak-anak menuju ke bandara Adisucipto, sang supir bercerita ke suamiku bahwa sekarang pool bus Eka di Babarsari ditutup, tidak boleh beroperasi lagi. Bus Eka adalah bus patas jurusan Surabaya – Jogja. Yang menutup dan melarang beroperasinya pool bus Eka di Babarsari adalah pengelola bus jurusan Jogja – Solo, dengan alasan bus Eka merebut penumpangnya. Tidak hanya menutup pool yang di Babarsari, jika ketahuan ada penumpang yang nekat naik bus Eka di suatu tempat di jalan antara Jogja – Solo maka semua penumpang jurusan Jogja – Solo yang ada di bus Eka tersebut akan diambil dan disuruh pindah paksa ke bus lokal Jogja – Solo.

Cerita tersebut bukan cerita yang menyenangkan untukku dan suamiku, dan mungkin untuk teman-teman yang terbiasa menglajo dari Jogja – Solo. Sebelum berangkat untuk bertapa di Newcastle, kami adalah pelanggan setia bus Eka yang selalu menumpang bus tersebut dari pool di Babarsari untuk menuju ke tempat kerja kami di Solo. Adanya pool di Babarsari tersebut sangat membantu kami para penglajo, karena kami tidak harus ke terminal Giwangan untuk menumpang bus Eka, dan kami bisa sekaligus menitipkan sepeda motor di situ.

Para penglajo Jogja – Solo lebih memilih untuk menumpang bus Eka, karena dengan selisih harga tiket yang tidak terlalu banyak, kami mendapatkan pelayanan yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan menumpang bus lokal (bus bumel). Bus Eka adalah bus patas, jadi kita tak perlu berdiri berdesak-desakan di dalam bus. Dengan selisih harga tiket yang tidak seberapa, kami mendapat segelas air mineral ketika menumpang bus Eka. Sopir bus Eka juga sangat sopan dalam mengendalikan bus-nya, jadi kami merasa aman. Selain itu, di dalam bus kami juga bebas dari asap rokok, dan bebas dari para pengamen yang kadang tidak sopan. Benar-benar sangat nyaman jika dibandingkan dengan menumpang bus bumel.

Dengan ditutupnya pool bus Eka di Babarsari tersebut tentu merugikan dan menyulitkan para penglajo Jogja – Solo. Adalah hak konsumen untuk memilih produk dan jasa yang akan digunakan. Para pengelola dan supir bus bumel itu tidak mempunyai hak untuk mengatur atau memaksa konsumen untuk menumpang bus-nya. Sebenarnya tidak masalah kalau para pengelola bus bumel itu mau memperbaiki kinerja dan layanannya. Bagaimana konsumen bisa tertarik kalau bus-bus tersebut tidak nyaman untuk ditumpangi, supirnya ugal-ugalan, asap rokok mengepul dimana-mana, kalau ngetem lama sekali, dan kadang seenaknya mengoper penumpang ke bus lain? Seharusnya para pengelola bus bumel itu belajar dari pengelola bus Eka kalau ingin konsumen beralih menumpangi bus-busnya. Kenapa ya di Indonesia seringkali hak-hak konsumen diabaikan?

Kasus yang menimpa bus Eka ini juga menunjukkan bahwa penyakit dengki ternyata menghinggapi pengelola bus-bus bumel. Orang yang dihinggapi penyakit dengki ini akan merasa susah jika melihat orang lain senang, dan merasa senang jika melihat orang lain susah. Padahal penyakit dengki ini akan mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu (HR. Abu Dawud).

Ketika mendengar cerita supir taksi itu, tentu suamiku menyatakan kekecewaannya. Dan dengan bijak, sang supir taksi berkata “Mudah-mudahan kalau Bapak sekeluarga sudah kembali lagi ke Jogja, pool bus Eka yang di Babarsari itu sudah dibuka lagi Pak…”. Semoga.

Newcastle, 4 Januari 2011.

Author: P.S.Pudyastuti

I am an academic staff at Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta - Indonesia. I got my Bachelor Degree (ST) from Gadjah Mada University, Indonesia, and Master Degree (M.Sc) from Loughborough University, England. I am married and have got 3 children.

4 thoughts on “Bus EKA

  1. yah tipikal orang sini mbak, walaupun sudah sangat tersaingi bukannya memperbaiki layanan malah berusaha menjungkalkan perusahaan yang dianggap menjadi pesaing tersebut.. ini baru yang kelas bawah mbak.. bahkan untuk sekelas maskapai penerbangan aja ada kok yang seperti ini.. tidak mau memperbaiki layanan tapi malah menyerang maskapai lain dengan berbagai cara agar maskapai tersebut tutup ataupun terkena masalah..😀

    • hehehe…kalau sudah tipikal seperti itu susah ya untuk diperbaiki, apalagi jika hukum bisa dibelok-belokkan dan kolusi mudah dilakukan…🙂

  2. Bus Patas Eka memang dikondisikan buat tujuan jarak jauh. Buat penumpang yang jarak dekat misalnya Jogja-Solo diminta pengertiannya agar tidak memilih naik bus ini. Jarak dekat kalau memaksa ikut bus patas Eka sangat tidak proporsional. Disamping mengganggu penumpang tujuan jauh karena seatnya cepat penuh oleh penumpang jarak dekat, ada kesan arogansi dan mau menang sendiri, serta kekanak-kanakan.

    • Konsumen juga berhak mendapat kenyamanan, demikian juga bus Eka berhak mendapatkan penumpang. Pool bus Eka yang ada di Babarsari dulu itu lokasinya beberapa kilometer dari terminal bus Giwangan. Bus Eka menaikkan penumpang dari pool yang di Babarsari setelah menaikkan penumpang dari terminal Giwangan. Bus Eka tidak menaikkan penumpang sembarangan, hanya menaikkan penumpang dari terminal dan dari pool yang diberi ijin. Lalu letak ke-tidakproporsional-annya dan mau menang sendiri-nya di mana? Coba Anda bandingkan dengan bus jarak dekat yang seenaknya sendiri menaikturunkan penumpang di sembarang tempat. Yang mana yang lebih arogan?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s