P.S.Pudyastuti's Lovely Rooms…

Learning is a long-life process, so it's never late to learn…

Jogja

Leave a comment

 

Suatu sore di musim dingin, kami bercengkerama sambil menikmati pizza buatan sendiri dan minum teh Sosro. Pizza dengan topping jamur kancing, keju mozzarella, daging ayam, dan sosis menjadi salah satu makanan kegemaran kami di Newcastle. Jamur kancing dalam pizza yang kusantap membuat ingatanku terbang melayang ke salah satu dolanan anak yang biasa aku mainkan bersama teman-teman saat aku masih kecil, dolanan jamuran. Saat kunyanyikan lagu dolanan jamuran secara lirih “Jamuran, yo ge ge thok, jamur apa ya ge ge thok, jamur gajih mbejijih saara-ara, semprat-semprit jamur apa?”, anak sulungku Fatiha tertawa lebar dan langsung berujar “Itu kan lagu yang diajarin mbak Sri untuk mainan saat kita masih di Jogja”, kata Fatiha. Anak keduaku, Azzam, pun menimpali “Iya, itu kan lagu untuk kita mainan jadi monyet, patung, kulkas, atau kakinya diparut”. Si bungsu Nisa hanya tertawa.

Kami pun bernostalgia dengan dolanan tradisional yang masih sering dilakukan oleh anak-anak saat masih di Jogja, dengan ditemani oleh mbak Sri, pengasuh anak-anak. Sudah lebih dari setahun ini kami meninggalkan Jogja, dan terus terang, aku tidak menyangka anak-anak masih ingat dengan dolanan tradisional yang mereka kenal. Dolanan tradisional yang tidak hanya mengingatkan mereka akan keberadaan mbak Sri yang bertahun-tahun menemani kami (sejak Azzam masih berusia 3 bulan) sampai kami berangkat untuk belajar di Newcastle, tetapi juga mengingatkan mereka akan Jogja, lucunya teman-teman sepermainan mereka, semangat tetangga kami bernama mbah Iman yang sudah sepuh tetapi masih kuat menaiki sepeda onthel dengan membawa kayu di boncengannya, lik Thukul yang rajin menyapu halaman rumah kami, dan ramainya suasana masjid di sebelah rumah kami pada saat hari raya. Ternyata tidak berbeda denganku, anak-anakku pun selalu terkenang dan merindukan Jogja dengan segala isi dan suasananya.

Menurut Fatiha, anak sulungku, Jogja mengingatkannya akan gudeg, bakpia, dan perguruan Budi Mulia Dua. Sedangkan menurut Azzam, Jogja mengingatkannya akan suatu tempat yang luas tanpa rumah di mana ibu sering berbelanja sayur dan ikan (hehe, begitu dia mendeskripsikan pasar. Tadinya dia menyebut pasir, ternyata maksudnya adalah pasar. Kosa-kata Indonesianya berangsur-angsur makin berkurang, walaupun kami setiap hari di rumah selalu berusaha untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.). Menurut Nisa si bungsu, lain lagi, Jogja mengingatkannya akan mati lampu dan seringnya menggunakan lilin sebagai penerang…🙂. Memang benar, there’s no place like home, and my home is Jogja.

Sebenarnya aku bukan asli Jogja. Aku lahir di Klaten, lalu menjalani usia SD sampai SMA di Solo. Saat mulai kuliah baru tinggal di Jogja, sampai menikah dan mempunyai anak. Anak pertama dan keduaku lahir di Jogja, sedangkan anak bungsuku lahir di Leicester – UK saat aku sedang studi S2. Walaupun Jogja yang sekarang berbeda jauh jika dibanding dengan Jogja saat aku masih kuliah, buatku Jogja tetap nyaman dan menarik untuk ditinggali, terutama di rural area-nya.

Merasakan nyamannya hidup di Newcastle tidak membuatku lupa akan Jogja. Justru rindu yang melanda. Mungkin rindu kami akan Jogja saat ini masih bisa terobati dengan berbagai macam cara. Menyantap gudeg, mendengarkan radio Swaragama melalui internet, atau membaca koran Kedaulatan Rakyat secara online sementara ini cukuplah untuk mengobati kerinduan kami. Namun, tetap saja aku masih merindukan hiruk pikuk serta keramahan penjual di pasar Sêtan dan Condong Catur, Jogja……

Newcastle, Januari 2011

Author: P.S.Pudyastuti

I am an academic staff at Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta - Indonesia. I got my Bachelor Degree (ST) from Gadjah Mada University, Indonesia, and Master Degree (M.Sc) from Loughborough University, England. I am married and have got 3 children.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s