P.S.Pudyastuti's Lovely Rooms…

Learning is a long-life process, so it's never late to learn…

BELAJAR

Leave a comment

Fatiha’s friend said,”I am jealous with you because you’re always better than me in all subjects. You’re always better than me on math, sciences, writing, swimming…on all that we’ve learned together.”

Fatiha replied,”Please, don’t be jealous or upset if I’m always better than you at school. The most important thing is that you’ve been learning, and you should enjoy learning.”

Percakapan antara Fatiha anak sulung saya yang saat ini berusia 9 tahun dengan teman sekolahnya di atas sejujurnya membuat saya terperanjat sekaligus bahagia, karena ternyata apa yang seringkali diucapkan oleh suami saya kepadanya dan adik-adiknya begitu melekat di memorinya dan tanpa ragu dia ucapkan pula kepada temannya. Suami saya memang selalu menekankan kepada anak-anak untuk senang dan menikmati belajar karena pasti ada hikmah dan manfaat dari apa yang telah dipelajari, dan tidak akan pernah bisa dicuri oleh orang lain. Kami juga mengajarkan ke anak-anak untuk bisa menerima jika orang lain lebih baik dalam suatu bidang, yang penting kita selalu belajar.

Sesungguhnya belajar adalah bawaan manusia sejak lahir, jadi sebenarnya manusia menjalani proses belajar sejak bayi. Belajar untuk merespon sentuhan, belajar untuk tengkurap, belajar untuk duduk, belajar untuk merangkak, belajar untuk berdiri, belajar untuk berjalan, dan seterusnya.  Setiap manusia, muda atau tua, kaya atau miskin, wanita atau laki laki mempunyai kemampuan untuk belajar. Manusia dikaruniai akal yang membedakannya dari makhluk lain. Dengan menggunakan akal itu pula kita bisa membedakan mana yang buruk dan mana yang baik, mana yang benar mana yang salah, sebagai hasil dari belajar. Pertumbuhan fisik manusia akan terhenti ketika telah memasuki masa pubertas, dan kemampuan fisik akan semakin berkurang ketika usia semakin menua. Tetapi tidak demikian dengan akal. Akal manusia akan selalu hidup dan berkembang jika aktivitas belajar selalu dilakukan. Banyak contoh di negara Barat di mana orang-orang tua yang sudah berumur di atas 50 tahun bisa sukses menyelesaikan studi PhD (salah satunya adalah Brian May, salah seorang personil band Queen, yang menyelesaikan PhD dalam bidang astrophysics di Imperial College – London saat usianya sudah mencapai 60 tahun). Memang belajar (seharusnya) adalah sebuah proses tanpa henti.

Belajar tidak harus dengan membaca textbook. Kita bisa belajar dari kitab suci, suratkabar, majalah, jurnal, internet, film, televisi, radio, pengalaman dan perilaku orang lain, lingkungan di sekeliling kita, dari suatu perjalanan, dan sumber-sumber yang lain. Saya ingat suatu cerita dari salah seorang paman saya yang biasa melakukan kegiatan jalan kaki di hari minggu pagi. Suatu ketika saat menikmati jalan pagi tidak jauh dari rumah, paman saya bertemu seorang petani yang sedang sibuk membuat jalan air agar bisa mengairi sawah tetangganya. Saat itu petani tersebut disapa dan ditanya oleh paman saya “Lho Mbah, kenapa repot-repot mengalirkan air ke sawah tetangga?” Dengan lugu petani tersebut menjawab “Lha sawah saya sudah cukup menerima air, sedangkan sawah tetangga saya tidak mendapat air karena tidak ada jalan untuk mengalirkan air ke sawahnya, jadi alangkah baiknya jika saya membuatkan jalan air untuk sawahnya supaya tanamannya tidak mati. Bukankah orang hidup harus selalu berbuat baik kepada orang lain? ” Dari dialog tersebut pun kita bisa belajar.

Islam, agama yang saya anut, sangat menekankan pentingnya belajar dan mencari ilmu. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW berkaitan dengan perintah membaca dan menulis (Q.S. 96 : 1 – 5), yang dalam lingkup lebih luas sangat berkaitan dengan aktivitas belajar. Selain ayat dalam surat Al Alaq, di dalam Al Qur’an banyak terdapat ayat yang berkaitan dengan belajar dan ilmu, antara lain Q.S. 20 : 114, Q.S. 67 : 10, Q.S. 39 : 9, dan Q.S. 39 : 33.

Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk aktif belajar dan mencari ilmu, meskipun harus menyeberangi lautan dan benua. Aktivitas belajar akan membuat pikiran terbuka dan aktif menerima setiap masukan dan pengalaman baru. Pada masa Rasulullah, mayoritas umat Islam adalah miskin serta tidak dapat membaca dan menulis. Beberapa saat setelah perang Badr, tentara Muslim mempunyai sekitar 70 orang tawanan, dan Rasulullah mengetahui bahwa mayoritas tawanannya bisa membaca dan menulis. Lalu Rasulullah menawarkan kebebasan untuk para tawanan tersebut jika mereka bersedia mengajari 10 orang Muslim untuk membaca dan menulis, karena salah satu alat untuk belajar adalah dengan membaca dan menulis.

Sayangnya saya sering mendengar bahwa banyak anak yang tidak senang belajar di Indonesia. Ada yang tidak senang belajar matematika atau bahasa Inggris dengan alasan gurunya galak. Saya sendiri sejak kecil belum pernah mogok belajar hanya gara-gara gurunya galak. Saya termasuk tipe orang yang agak cuek (sejak kecil), jadi menghadapi guru yang galak pun saya cuek, toh yang saya pelajari adalah ilmunya, bukan gurunya. Tetapi tidak semua orang bisa seperti saya, dan sampai saat ini saya tidak bisa memahami bagaimana bisa seorang guru yang bertugas mengajarkan ilmu ke murid-muridnya menggunakan cara yang membuat muridnya tidak tertarik untuk belajar? Mestinya belajar adalah sesuatu hal yang menyenangkan, karena selalu ada dimensi baru yang akan kita temui saat kita belajar. Anak-anak saya termasuk beruntung karena dikaruniai Allah kesempatan untuk merasakan pendidikan dasar di negara maju dengan atmosfer belajar yang selalu menyenangkan di mana pun. Mimpi saya, anak-anak lain di Indonesia pun bisa segera menikmati belajar yang menyenangkan di daerahnya masing-masing, karena sekali lagi, belajar (seharusnya) adalah sebuah proses tanpa henti…..

Newcastle upon Tyne, Februari 2011

Author: P.S.Pudyastuti

I am an academic staff at Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta - Indonesia. I got my Bachelor Degree (ST) from Gadjah Mada University, Indonesia, and Master Degree (M.Sc) from Loughborough University, England. I am married and have got 3 children.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s