P.S.Pudyastuti's Lovely Rooms…

Learning is a long-life process, so it's never late to learn…

VIRTUAL WATER

Leave a comment

 Judul catatan singkat ini sengaja tetap saya tulis dalam bahasa Inggris, karena saya kesulitan menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia. Sepertinya kurang indah jika “Virtual Water” saya terjemahkan menjadi Air Maya atau Air Yang Tersembunyi atau Air Tak Tampak, jadi saya biarkan saja dalam bahasa aslinya, seperti saat pertama kali dicetuskan oleh Prof.  John Anthony Allan (guru besar Geografi di King’s College dan SOAS, London) pada tahun 1993.   

Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan virtual water? Secara sederhana, virtual water didefinisikan sebagai jumlah air yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu komoditas, termasuk komoditas industri pertanian, industri pakaian, dan lain-lain.

Air yang kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari yang terlintas di benak kita mungkin hanya air untuk minum, memasak, mandi, atau mencuci, atau untuk kebutuhan lain yang penggunaan air-nya terasa secara langsung. Mungkin tak pernah terlintas di benak kita berapa banyak air yang dibutuhkan sehingga sepiring nasi lengkap dengan rendang daging sapi bisa terhidang di meja makan kita. Repot amat kalau harus menghitungnya, mungkin seperti itu pendapat kebanyakan orang.  

Saat ini sebenarnya kita tak perlu repot dan pusing menghitungnya, karena sudah ada banyak hasil penelitian yang menunjukkan berapa jumlah air yang diperlukan untuk memproduksi beras, daging, telor, dan komoditas lainnya.

Berikut ini saya ringkas besarnya volume air yang dibutuhkan untuk memproduksi beberapa komoditas (terutama komoditas pangan), berdasarkan hasil penelitian  Chapagain and Hoekstra (2003) :

  1. Untuk memproduksi 1 kg kentang membutuhkan 160 liter air.
  2. 1 kg maize (tepung jagung) membutuhkan 450 liter air.
  3. 1 kg gandum membutuhkan 1200 liter air.
  4. 1 kg kedelai membutuhkan 2300 liter air.
  5. 1 kg beras membutuhkan 2700 liter air.
  6. 1 kg telor membutuhkan 4700 liter air.
  7. 1 kg daging unggas membutuhkan 2800 liter air.
  8. 1 kg keju membutuhkan 5300 liter air.
  9. 1 kg daging membutuhkan 16000 liter air.

Data di atas baru data volume air yang dibutuhkan untuk memproduksi komoditas pangan, belum komoditas lainnya seperti bahan pakaian, alat elektronik, atau alat transportasi, dan lain-lain.

Kalau kita tahu jumlah air yang dibutuhkan tersebut, lalu mau apa?…Hehehe…dengan mengetahui jumlah air yang digunakan untuk memproduksi suatu komoditas yang kita konsumsi, paling tidak kita bisa belajar untuk lebih bijak dalam mengkonsumsi suatu komoditas, dan juga lebih bijak dalam memanfaatkan sumberdaya air.

Sedih sekali rasanya saat melihat sumberdaya air tak dimanfaatkan dengan baik, saat melihat tumpahan air hujan hanya mengalir percuma menuju ke laut atau berubah menjadi sumber malapetaka bernama banjir, saat melihat sungai yang makin kotor oleh sampah, atau saat melihat air tanah disedot tanpa batas untuk sekedar mencuci mobil.

Populasi manusia makin bertambah, sementara volume air tetap, mudah-mudahan kita makin bijak dalam mengelola sumberdaya air.

—————————————————————————————–

Sumber : Virtual Water Trade, Proceedings of the International Expert Meeting on Virtual Water Trade, Edited by A.Y. Hoekstra, February 2003.

Author: P.S.Pudyastuti

I am an academic staff at Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta - Indonesia. I got my Bachelor Degree (ST) from Gadjah Mada University, Indonesia, and Master Degree (M.Sc) from Loughborough University, England. I am married and have got 3 children.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s