P.S.Pudyastuti's Lovely Rooms…

Learning is a long-life process, so it's never late to learn…

WATER-ENERGY NEXUS

Leave a comment

Hari Jum’at pekan lalu, 2 Desember 2011, saya dan beberapa PhD students hadir dan presentasi di 1st Annual Young Researcher Meeting yang diadakan oleh Newcastle Institute for Research on Sustainability (NIReS) – Water Theme. Topik yang terkait dengan keairan, buat saya selalu menarik. Dan salah satu topik yang menarik buat saya pada acara kemarin adalah Water – Energy Nexus (topik aslinya adalah Water – Energy Nexus in the UK). Saya dan suami sebenarnya sudah mempunyai ide untuk menulis bareng tentang Water – Energy Nexus, tapi sampai sekarang belum terealisir…hehe…🙂

Bagi teman-teman yang menekuni bidang energy dan sumberdaya air, istilah water-energy nexus tentu bukanlah sesuatu yang asing. Tetapi untuk orang awam, mungkin sedikit membingungkan. Dalam bahasa Inggris, water-energy nexus bisa didefinisikan sebagai close connection between energy and water. Dalam bahasa Indonesia kira-kira dapat diartikan sebagai keterkaitan erat antara energi / bahan bakar dengan air.

Kadang orang awam, terutama ibu-ibu yang mempunyai sumur sendiri di rumahnya dan tidak berlangganan air PDAM (hehe…maaf, bukan bermaksud mendiskreditkan ibu-ibu, tetapi memang kenyataannya seperti itu) menganggap bahwa air yang mengalir di kran-kran di rumahnya itu gratis, sehingga kadang kalau mandi atau mencuci mobil dan sepeda motor merasa enteng saja menghabiskan air sampai meter-an kubik. Yang benar, untuk mendapatkan air tersebut tidak gratis, karena air yang keluar dari kran tersebut bisa sampai ke kran karena menggunakan energi. Air dari dalam sumur di pompa ke atas lalu ditampung di tandon air, lalu dialirkan melalui pipa-pipa, dan berakhir di kran. Untuk memompa air hingga sampai ke tandon air butuh energi listrik, dan kita membayar energi listrik yang kita gunakan.

Dulu ketika listrik belum ada di desa tempat alm. Eyang saya tinggal, salah satu kegiatan yang paling saya rindukan ketika berlibur di rumah Eyang adalah menimba air dari sumur…hehe, jadi mengangkat air dengan menggunakan energi yang berasal dari kalori di tubuh kita. Tetapi kalau sekarang, energi utama untuk menaikkan air dari sumur di rumah alm. Eyang berasal dari listrik, bukan dari tenaga kami lagi, kecuali kalau PLN melakukan pemadaman dan air di tandon sudah habis. Itu untuk kita yang beruntung bisa menikmati energi listrik dengan mudah, dan bisa membuat sumur sendiri di rumah. Di belahan bumi yang lain di mana ketersediaan sumber air sangat terbatas, kadang butuh perjalanan berkilo meter hanya untuk mendapatkan se-tempayan air, itu pun kadang airnya keruh.

Tidak hanya kita manusia dan makhluk hidup lainnya yang membutuhkan air, energi listrik yang kita gunakan untuk memompa air dari dalam sumur kita pun membutuhkan air. Pembangkit-pembangkit listrik, entah itu yang menggunakan bahan bakar batubara, minyak bumi, gas alam, tenaga nuklir atau tenaga air, semuanya membutuhkan air sebagai pendingin. Selain untuk pendingin, proses untuk mendapatkan bahan bakar yang digunakan di pembangkit-pembangkit listrik pun membutuhkan air dalam volume yang sangat besar. Gambar di bawah ini menunjukkan volume air yang dibutuhkan untuk bermacam pembangkit energi (sumber : World Nuclear Association).

Karena air dan energi saling terkait, maka kelangkaan air juga akan berpengaruh terhadap penyediaan energi. Begitu juga sebaliknya. Dan dampaknya bisa merembet ke mana-mana, termasuk ke sektor pangan dan kesehatan. Karenanya, saya termasuk cerewet memperingatkan anak-anak saya untuk tidak membuang air dan energi. Saya sering kali memperingatkan anak-anak agar ketika menggosok gigi, jangan biarkan air terus mengalir dari kran. Ketika tidur, tolong matikan lampu. Ketika TV tidak menarik lagi untuk ditonton, tolong matikan TV. Mungkin buat orang lain terdengar sepele, tetapi buat saya, mengingatkan anak-anak (dan diri saya sendiri) untuk hemat air dan energi adalah hal yang penting.

Newcastle upon Tyne, 5 Desember 2011.

Author: P.S.Pudyastuti

I am an academic staff at Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta - Indonesia. I got my Bachelor Degree (ST) from Gadjah Mada University, Indonesia, and Master Degree (M.Sc) from Loughborough University, England. I am married and have got 3 children.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s