P.S.Pudyastuti's Lovely Rooms…

Learning is a long-life process, so it's never late to learn…

Banjir 1

Leave a comment

Baru saja saya membaca berita di Kompas.com yang berjudul “Anggaran besar kok banjir tetap ada?”. Pertanyaan tersebut terkait dengan banjir yang melanda beberapa wilayah Jakarta hari ini, 20 November 2012.  Karena kata “ada” berlawanan dengan kata “tidak ada”, maka pertanyaan yang menjadi judul berita tersebut mengundang pertanyaan baru buat saya, “Apakah anggaran besar pasti dapat membuat banjir tidak ada?” (ini pertanyaan iseng saja dari saya…hehe, karena saya sebenarnya tahu jawabannya berdasar perspektif ilmu yang saya pelajari selama ini).

Banjir di Jakarta bukan hal yang baru. Banjir adalah masalah klasik di Jakarta. Sebagian rakyat Jakarta sudah biasa mengalami banjir, jadi membaca berita banjir di Jakarta sebenarnya tidak mengejutkan lagi. Karena masalah klasik dan biasa terjadi, bukan berarti tidak perlu untuk diselesaikan. Pemerintah sudah mengeluarkan dana besar untuk menangani banjir Jakarta (dan daerah lain di Indonesia). Bahkan untuk menangani banjir Jakarta, negara lain seperti Belanda juga memberikan bantuan. Tapi kok si banjir tetap bandel mengunjungi Jakarta ya, banjir itu sebenarnya apa dan siapa penyebabnya? …🙂

Definisi banjir, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), jika dianggap kata benda maka didefinisikan sebagai “air yang banyak dan mengalir deras” atau “peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat”. Dalam bahasa Inggris, banjir atau “flood”, menurut Oxford English Dictionary didefinisikan sebagai “an overflowing or irruption of a great body of water over land in a built up area not usually submerged”.

Banjir adalah suatu fenomena alam, dan menjadi masalah serius yang harus ditangani ketika sifatnya merusak dan membahayakan manusia, merusak kehidupan, fasilitas serta infrastruktur di wilayah yang dilanda banjir. Di dunia ini, fenomena alam yang paling sering merusak akhir-akhir ini adalah banjir. Selain fenomena alam, terjadinya banjir juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas dan perilaku manusia.

Menurut Abhas K Jha dkk (2012, Cities and Flooding), banjir dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis, yaitu :

  1. Banjir perkotaan / urban flood. Banjir perkotaan secara alami dapat disebabkan oleh luapan air sungai, luapan air dari laut (rob), atau limpasan air hujan yang berlebihan dan tak bisa meresap ke dalam tanah. Banjir perkotaan juga dapat dipengaruhi oleh perilaku manusia dalam mengelola dan membangun lingkungannya. Sebagai contoh, penuhnya saluran drainase dan pembuangan air limbah oleh sampah, meluasnya permukaan kedap air karena lapisan beton dan aspal, dan buruknya pengelolaan drainase kota.
  2. Banjir karena limpasan permukaan / pluvial and overland flood. Banjir semacam ini secara alami biasanya disebabkan oleh hujan deras / hujan badai, gunung es yang runtuh dan meleleh, meluapnya danau es, atau gempa bumi yang menyebabkan tanah longsor. Sedangkan aktivitas manusia yang dapat memicu jenis banjir ini antara lain adalah perubahan tata guna lahan, urbanisasi dan bertambahnya luasan lapisan kedap air akibat pembangunan.
  3. Banjir dari laut (tsunami, gelombang pasang, rob) / coastal flooding. Secara alami, penyebab banjir ini antara lain adalah gempa bumi, letusan gunung api dalam laut, penurunan tanah, dan erosi pantai. Andil manusia dalam menyebabkan banjir jenis ini antara lain adalah kegiatan pembangunan wilayah pantai yang tidak terkontrol dan perusakan lingkungan pendukung ekosistem pantai (misalnya perusakan hutan bakau di sepanjang pantai).
  4. Banjir akibat air tanah / groundwater flooding. Secara alami dapat terjadi akibat kombinasi antara tingginya elevasi muka air tanah dan hujan deras. Jenis banjir ini dapat terjadi di daerah-daerah dataran rendah  yang pembangunannya tidak terkontrol atau terjadi di daerah-daerah dengan akuifer alami yang mengalami gangguan / kerusakan.
  5. Banjir bandang / flash flood. Banjir semacam ini secara alami dapat disebabkan karena luapan sungai, aliran permukaan yang berlebihan dan tidak dapat meresap ke dalam tanah, luapan dari laut, badai konvektif, atau meluapnya danau es. Selain itu, banjir bandang juga dapat disebabkan oleh gagalnya / jebolnya infrastruktur penampung air, atau infrastruktur drainase yang tidak memadai.
  6. Semi-permanent flooding. Banjir jenis ini secara alami disebabkan oleh kenaikan elevasi permukaan air laut dan penurunan tanah. Buruknya pengelolaan sumber air tanah, sistem drainase yang kapasitasnya tidak mencukupi, dan pembangunan perkotaan yang tidak tepat juga memberikan kontribusi terhadap kejadian banjir jenis ini.

Dari kategori dan penyebab banjir di atas, termasuk kategori manakah banjir di Jakarta? Mudahkah menyelesaikan banjir Jakarta? Bisakah banjir Jakarta diusahakan untuk tidak ada? Sila dijawab sendiri…🙂

Author: P.S.Pudyastuti

I am an academic staff at Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta - Indonesia. I got my Bachelor Degree (ST) from Gadjah Mada University, Indonesia, and Master Degree (M.Sc) from Loughborough University, England. I am married and have got 3 children.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s