P.S.Pudyastuti's Lovely Rooms…

Learning is a long-life process, so it's never late to learn…

My Sister Lives on the Mantelpiece

2 Comments

Pitcher
Beberapa hari yang lalu suami saya membelikan buku untuk anak-anak kami, salah satunya adalah sebuah novel karya Annabel Pitcher yang berjudul My Sister Lives on the Mantelpiece. Annabel Pitcher adalah alumnus Oxford University dalam bidang English Literature. (Annabel pasti pintar dan cerdas…hehe, karena tak mudah untuk menembus Oxford University, nilai A level-nya harus A semua).

Novel ini mendapat beberapa penghargaan, antara lain The Galaxy Milk Chocolate Children’s Book of the Year, The 2012 Carnegie Medal, The 2011 Dylan Thomas Prize, Royal Society of Authors’ Betty Trask Award, The Hull Children’s Book of the Year, dan 2012 Branford Boase Award.

Novel ini menceritakan tentang seorang anak lelaki kelas 6 SD yang bernama Jamie (lengkapnya James Matthews). Jamie mempunyai kakak perempuan kembar, bernama Rose dan Jasmine. Keluarganya harus terpisah sejak salah seorang kakaknya yang bernama Rose meninggal dengan kondisi mengenaskan akibat bom yang dipasang oleh teroris di tempat sampah di Trafalgar Square, London. Terorisnya mengaku sebagai Muslim.

Jenazah Rose yang mengenaskan dibagi dua untuk ayah dan ibunya, karena ayahnya ingin jenazah Rose diperabukan, sedangkan ibunya ingin jenazah Rose dikuburkan agar bisa dikunjungi kuburannya. Sejak kejadian tersebut, ayah Jamie membenci Muslim karena bom yang dipasang oleh teroris yang mengaku Muslim tersebut telah merenggut nyawa Rose.

Selanjutnya ayah Jamie sering menenggak minuman keras sampai mabuk, dan memperlakukan abu jenazah Rose seolah-olah Rose masih hidup (kadang dikasih sandwich segala). Sedangkan ibunya kemudian menjalin affair dengan lelaki lain bernama Nigel.

Ayah James mengetahui istrinya mempunyai hubungan dengan lelaki lain, dan akhirnya memutuskan untuk pindah dari London, dan memilih tinggal di Lake District bersama Jamie dan Jasmine. Ibu James tetap tinggal di London bersama Nigel, pasangan barunya. Alasan ayah Jamie memilih pindah ke Lake District adalah bahwa di Lake District tidak ada pendatang, tidak ada Muslim.

Tak disangka, di sekolah barunya di Lake District, Jamie ditempatkan sebangku dengan seorang anak perempuan bernama Sunya. Sunya berjilbab! Dan tentu saja Muslim! Bahkan di Lake District pun ada pendatang, dan Muslim…

Singkat cerita Jamie sangat dekat dengan Sunya, karena Jamie dan Sunya sama-sama sering dibully di sekolah. Sunya dibully karena dia seorang Muslim, dan satu-satunya Muslim di sekolah. Jamie tak berani bercerita ke ayahnya tentang Sunya. Ayahnya pun lebih banyak mabuk, tidur, mabuk, tidur. Kalau tidur bisa sampai 16 jam. Ayahnya tak peduli dengan Jamie dan kakaknya Jasmine.

Suatu ketika Jamie bertanya ke Sunya mengapa Sunya dan ibunya menutup kepalanya dengan kerudung. Sunya menjawab “Karena Qur’an memerintahkan demikian.” “Apa itu Qur’an?” tanya Jamie kemudian. “Qur’an itu buku semacam Injil”, kata Sunya. Sunya juga mengatakan bahwa rambut ibunya hanya untuk ayahnya, jadi hanya ayahnya yang berhak melihat rambut ibunya, bukan lelaki lain. Jamie lalu ingat ke ibunya, dan berpikir, andai ibunya menutup rambutnya, mungkin Nigel tidak akan merebut ibunya dari ayahnya, dan mereka tak hidup terpisah seperti sekarang…

Jamie tak berani bercerita ke ayahnya bahwa dia berteman baik dengan seorang Muslim, karena pasti ayahnya akan sangat marah. Ayahnya selalu mengatakan bahwa Muslim telah membunuh Rose, Muslim menyimpan bom di dalam rumahnya. Jamie juga tak mau membuat sedih ayahnya karena dia berteman dengan seorang Muslim. Jamie tak ingin menyakiti hati ayahnya, bahkan ketika ayahnya membelikan sepatu yang 1.5 ukuran lebih kecil dari ukuran kakinya pun Jamie mengatakan bahwa sepatunya pas, tidak kekecilan.

Hingga suatu ketika, saat ayah Jamie menghadiri parent evening di sekolahnya, guru Jamie mengatakan bahwa teman dekat Jamie adalah Sunya. Siapa Sunya? Belum sempat guru Jamie mengatakan siapa Sunya, gadis kecil berjilbab itu sudah muncul bersama ibunya yang juga berjilbab.

Mengetahu Jamie dekat dengan Muslim, ayahnya marah besar. Tidak hanya marah kepada Jamie, tetapi juga marah kepada ibu Sunya di depan gurunya. Muslim membunuh anak perempuanku, Rose! Begitu teriak ayah Jamie di depan ibu Sunya dan gurunya.

Sejak itu Jamie dilarang berteman lagi dengan Sunya. Demikian pula sebaliknya, ibu Sunya melarang Sunya berteman dengan Jamie.

‪#‎kok‬ udah panjang ya ringkasannya?…  #

Akhir cerita, Jamie kembali berteman dengan Sunya, dan ayah Jamie tak lagi marah-marah. Untuk lebih lengkapnya, silakan beli bukunya, dan silakan baca sendiri…🙂

Author: P.S.Pudyastuti

I am an academic staff at Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta - Indonesia. I got my Bachelor Degree (ST) from Gadjah Mada University, Indonesia, and Master Degree (M.Sc) from Loughborough University, England. I am married and have got 3 children.

2 thoughts on “My Sister Lives on the Mantelpiece

  1. Halow Mb Puji….kulo nuwun dan salam kenal…

  2. Halo mbak Nurul, salam kenal juga…🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s